Beranda
Napak Tilas Nur Muhammad Saw
- Detail
- Diterbitkan pada Senin, 28 Juni 2010 23:04
- Dilihat: 2600
Istri Nabi Ibrahim AS yang bernama sarah tak dapat menyembunyikan rasa cemburunya saat melihat Hajar, yang menjadi istri kedua Nabi Ibrahim, melahirkan anak lelaki yang bernama Ismail. Nabi Ibrahim amat memahami perasaan sang istri. Karena itu, ia yang saat itu bermukim di Syam, berniat hendak menjauhkan putranya bersama Hajar dari Sarah. Ia pun membawa keduanya pergi hingga tiba di sebuah tempat yang dikehendaki Allah kelak menjadi tempat tinggal anak-anak cucu Ismail, yaitu sebuah lembah gersang di tengah Mekah.
Kelahiran Sang Nabi Dalam Untaian Puisi
- Detail
- Diterbitkan pada Selasa, 26 Januari 2010 21:15
- Dilihat: 4845
Meski tiada kata yang cukup mewakili untuk menggambarkan keluhuran budinya, dengan segala keterbatasan para ulama pecintanya merangkum saat-saat kelahiran dan akhlaknya dalam untaian puisi yang indah.
Ketika bulan Maulid telah tiba. Seluruh dunia menyambutnya dengan gegap gempita. Ada yang menggelar pengajian, ada yang menyelenggarakan selamatan dan tumpengan. Bahkan ada yang menggelar prosesi besar-besaran selama hampir sebulan, seperti tradisi Grebeg Maulud di Keraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Kasultanan Cirebon. Semuanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran utusan-Nya, Muhammad SAW.
Dari berbagai tradisi merayakan kelahiran Rasulullah SAW tersebut, ada sebuah ritus yang nyaris seragam di semua tempat, yakni pembacaan kisah kelahiran sang nabi. Berbeda dengan sirah (biografi) dan tarikh (sejarah) karya sejarawan, kisah-kisah kelahiran Nabi yang dikenal dengan nama Maulid – atau dalam budaya Betawi disebut Rawi – itu berupa puisi panjang yang digubah oleh para ulama besar yang juga ahli syair.
Baqi Al Gharqad, Makam Utama Di Kota Nabi
- Detail
- Diterbitkan pada Sabtu, 15 Mei 2010 22:49
- Dilihat: 1648
Saat itu malam telah menapaki separoh perjalanannya. Pada malam itu sendiri Rasulullah Saw. sedang berada di rumah Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq. Mengira sang istri tercinta telah tidur pulas, tiba-tiba beliau mengambil jubahnya dan mengenakan kedua sandalnya pelan-pelan, lalu membuka pintu dan kemudian keluar pelan-pelan. Melihat hal itu, sang istri tercinta, yang ternyata belum tidur, dengan diam-diam bangun karena merasa cemburu, jangan-jangan beliau akan pergi ke rumah istri beliau yang lain, keluar rumah, dan mengikuti jejak langkah beliau yang sedang menapakkan kaki menuju Makam Baqi‘.
Sekilas Tentang Maulid Nabi
- Detail
- Diterbitkan pada Rabu, 10 Maret 2010 21:38
- Dilihat: 1755
Dalam literatur Islam dijelaskan bahwa rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad saw dipugar oleh Khalifah Harun Al-Rasyid atas permintaan ibunya, Khaizuran. Rumah tersebut kemudian dijadikan tempat ibadah shalat. Dan sejak saat itu, rumah kelahiran Nabi selalu ramai dikunjungi jamaah setiap tanggal 12 Rabiul Awal.
Terlepas dari tujuan, apakah akan merayakan kelahiran Nabi ataukah mengenang wafatnya, sejarah menunjukkan bahwa 12 Rabiul Awal telah menjadi perhatian khusus umat Islam sejak abad kedelapan Masehi.
Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw ini sebenarnya telah dilakukan sejak 300 tahun sesudah wafat beliau. Dari kalangan pembesar-pembesar Negara, yang mula-mula memperingati hari kelahiran beliau adalah Malik Muzhaffar Abu Said, penguasa Irbil, Irak. Demikian menurut pendapat Imam As-Sakhawi.
Kisah Keutamaan Maulid
- Detail
- Diterbitkan pada Selasa, 22 Januari 2013 01:10
- Dilihat: 437
Syeikh Abdul Wahid bin Ismail bercerita, bahwa di Mesir dahulu, ada seorang laki-laki yang setiap tahun mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.
Disebelah laki-laki tadi, ada tetangganya yang beragama Yahudi, isteri Yahudi ini berkata kepada suaminya: "Mengapa, tetangga kita yang muslim itu, setiap bulan ini (Rabi'ul Awwal) membelanjakan harta yang banyak?" Suami Yahudi itu menjawab, "Itu adalah karena dia beranggapan bahwa dalam bulan inilah nabinya dilahirkan, dia melakukan hal tersebut karena senang dengan nabinya dan memuliakan hari kelahirannya
Syeikh Abdul Wahid bin Ismail melanjutkan ceritanya.

